Total Pengunjung

Follow by Email

Lokasi Kami:

Text Widget

Download

Hubungi Kami

CV. Susun Bentang Alam
Jl. Muhajirin, Perum Anugerah Regency
Arengka 1, Kota Pekanbaru 28293
HP/WA : 0813 6549 6595
Email : admin@susunbentangalam.co.id;
cvsba.pekanbaru@gmail.com
Website: https://www.susunbentangalam.co.id

Unordered List

Recent Posts


CV. Susun Bentang Alam Leaf Sampling Unit (LSU) - Soil Sampling Unit (SSU) - Fertilizer Recomendation
in Oil Palm Plantation

CV. Susun Bentang Alam adalah perusahaan jasa konsultan perkebunan kelapa sawit yang independen. Perusahaan ini bertujuan untuk memberikan konsultasi kepada petani ataupun pelaku usaha kebun kelapa sawit baik skala kecil maupun besar.

CV. Susun Bentang Alam didukung oleh personil yang profesional dan ahli dibidang pengambilan sampel jaringan tanaman dan tanah sehingga diperoleh data yang representative dan akurat. Tim kami juga ahli dalam intepretasi data hasil uji laboratorium serta ahli agronomi perkebunan kelapa sawit. Sehingga rekomendasi pemupukan kelapa sawit yang diberikan menghasilkan data yang akurat dan presisi terhadap kebutuhan pupuk pada tanaman kelapa sawit. Dasar pemberian rekomendasi pemupukan kelapa sawit adalah optimasi pemakaian pupuk (tidak berlebih dan kurang) untuk tujuan peningkatan produksi kelapa sawit. Sehingga kelapa sawit dapat tumbuh dan berproduksi secara optimal dengan tidak melupakan kelestarian tanah sebagai media tanam yang berkelanjutan.

Visi :

Menjadi perusahaan jasa konsultan perkebunan yang mampu dan handal dalam memberikan solusi terhadap masalah nutrisi tanaman dan tanah pada perkebunan kelapa sawit.

Misi :


Memberikan rekomendasi pemupukan kelapa sawit berdasarkan pengamatan dan pengujian terhadap nutrisi tanaman dan tanah dalam rangka meningkatkan produktifitas hasil tanaman kelapa sawit sehingga pelanggan mampu menjadi petani atau pengusaha dengan kualitas yang diakui
Survey

Survey yang dilakukan untuk mengetahui kondisi fisik perkebunan agar dapat dipilih kebijakan dalam pengelolaan atau perbaikan perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan.

Penyuluhan

Kami melakukan penyuluhan kepada pelaku usaha perkebunan kelapa sawit baik skala Perusahaan ataupun Petani. Hal ini untuk memberikan informasi tentang tindakan yang dapat dilakukan untuk mengelola ataupun memperbaiki serta peningkatan produksi.

Pengambilan Sampel

Kegiatan pengambilan sampel dilakukan pada sampel Jaringan Tanaman (Daun dan Pelepah) Tanah atau jenis lainnya untuk mendukung kegiatan Peningkatan melalui LSU dan SSU.

Hubungi Kami

Jika ada yang ditanyakan atau didiskusikan silahkan hubungi ke nomor HP/WA +62 813 6549 6595 atau dapat mengirimkan email ke: admin@susunbentangalam.co.id

Ingin Menggunakan Jasa Kami?
Silahkan Klik Kontak Berikut

HUBUNGI KAMI

Informasi Perkebunan dan Pemupukan Kelapa Sawit

Sabtu, 11 Agustus 2018

Inilah Penyebab Pelepah Sengkleh dan Pohon Sawit Tumbang

SUSUN BENTANG ALAM. Sering bagi kita para petani kebingungan kenapa tanaman kelapa sawit mengalami pelepah sengkleh, pangkal batang menjadi busuk, tanaman tumbang, pelepah menjadi sengkleh dan muncul pelepah tombak hingga 3 bahkan lebih. Hal itu sangat sering terjadi terutama pada perkebunan kelapa sawit yang telah mengalami proses peremajaan. 

Penyakit busuk pangkal bantang (basal stem rot) adalah jenis penyakit yang disebabkan oleh patogen Ganoderma boninense. Penyakit busuk pangkal dapat menyerang tanaman tua dan tanaman muda (TBM). Timbul gejala yang khas yaitu busuknya pangkal batang dan tiba-tiba pohon menjadi tumbang. Selanjutnya daun menjadi menguning yakni merupakan gejala awal. Hal ini tampak berbeda dengan tanaman disekeliling tanaman yang terserang Ganoderma. Bagi kita orang awam menganggap bahwa hal ini terjadi karena terjadi defisiensi unsur Nitrogen (N) dan terendam banjir. Gejala berikutnya adalah anak daun dan pelepah menjadi mengering akibat dari infeksi Ganoderma. terjadi akumulasi daun tombak akibat dari kurangnya serapan air ke tanaman, pelepah tombak ini akan muncul hingga lebih dari 3. Pada tanaman yang telah berusia hingga 15 tahun pelepah tanaman menjadi sengkleh. Inspeksi Ganoderma  sangat khas yaitu terjadinya pohon yang tumbang karena pembusukan pangkal batang. Dan ketika pohon telah mati, akibat dari adanya penyebaran basidiospora maka pembusukan juga dapat terjadi pada bagian tengah bahkan bagian atas tanaman kelapa sawit.

Rabu, 11 Juli 2018

Faktor - Faktor Penyebab Defisiensi Unsur Hara (Nutrisi)


SUSUN BENTANG ALAM. Saat ini kelapa sawit merupakan komoditi unggulan masyarakat di Indonesia dan di beberapa negara beriklim tropis seperti Malaysia dan Nigeria. Dalam memproduksi buah (TBS), tanaman kelapa sawit memerlukan beberapa perlakuan khusus untuk menjaga keseimbangan nutrisi yang terpakai dalam pembentukan bakal buah diantaranya adalah faktor pemupukan. Terkadang masalah yang terjadi malah sebaliknya yakni tidak sesuai antara harapan (target) dengan kenyataan yang diperoleh. Nah, selain pemupukan, terdapat beberapa faktor yang menyebabkan produksi menurun yang disebabkan oleh terjadinya defisiensi unsur hara, yaitu:

Dosis pupuk tidak sesuai

Petani kecil secara umum memberikan pupuk dengan dosis yang sangat minim bahkan ada yang tidak melakukan pemupukan. Sehinigga jumlah pupuk yang diberikan tidak sebanding dengan kebutuhan tanaman ditambah lagi ketersediaan unsur hara semakin menipis.

Adanya genangan air

Pengaruh genangan air sangat banyak terutama bagi perkembangan akar. Akar yang berfungsi secara utama dalam penyerapan unsur hara terdapat pada kedalaman 0-50 cm dari atas permukaan tanah. Pada kondisi tergenang, fungsi dari akar tanaman dalam menyerap nutrisi akan terganggu karena tingginya kadar air menyebabkan tingginya penyerapan air dan jumlah nutrisi di dalam tanah menjadi kecil (hal ini adanya peristiwa pengencera). Selain itu, adanya genangan air akan meningkatkan daya mobilisasi nutrisi. Genangan air yang berlangsung sangat lama menyebabkan tanaman mengalami defisiensi yang buruk. Untuk menanggulangi hal tersebut, buatlah drainase sedemikian rupa untuk mengurangi tingkat genangan air. Dan perlu diingat, tinggi permukaan air dari permukaan tanah yang ideal adalah 50-70 cm.

Aplikasi pupuk yang tidak tepat

Maksud dari aplikasi pupuk yang tidak tepat adalah tidak teraturnya waktu pemberian pupuk terutama tidak memperhatikan curah hujan. Selain itu, teknik dan penempatan penebaran pupuk yang kurang tepat ditambah lagi jika melakukan pencampuran pada saat aplikasi yang bersifat antagonis.
Perkiraan efesiensi pemupukan yang tidak tepat
Kurangnya perhatian terhadap perkiraan pemupukan yang diberikan tidak sebanding dengan kebutuhan tanama. Namun biasanya dampak ini tidak begitu besar terhadap penyumbang dari fakto penyebab defisiensi unsur hara.

Senin, 09 Juli 2018

Kesalahan dalam Leaf Sampling Unit - LSU

leaf sampling unit
SUSUN BENTANG ALAM. Leaf sampling unit (LSU) dengan arti dalam bahasa indonesia adalah kesatuan contoh/sampel daun (KCD). LSU atau KCD adalah sekumpulan sampel daun yang diperoleh dari beberapa tanaman kelapa sawit dibeberapa lokasi yang mewakili kondisi seluruh tanaman yang ada di perkebunan kelapa sawit. Ada banyak tujuan dari pengambilan LSU atau KCD diantaranya untuk memantau kualitas tanaman, mengidentifikasi gejalah defisiensi unsur hara, mengidentifikasi adanya serangan hama dan penyakit tanaman, memberikan rekomendasi pemupukan dan masih banyak lagi. 

Kunci suksesnya dari kegiatan LSU atau KCD adalah penentuan pelepah ke-17. Kenapa demikian? apabila pelepah yang kita ambil adalah pelepah muda (<17) maka jika dilakukan analisa laboratorium, unsur hara yang dihasilkan memiliki nilai yang tinggi. Namun sebaliknya apabila pelepah yang diambil adalah pelepah tua (>17) maka hasil analisa laboratorium pada unsur hara adalah rendah. Hal tersebut berdampak pada salahnya pengambilan keputusan dalam rekomendasi pemupukan.

Artikel ini tidak membahas mengenai dasar-dasar LSU atau KCD tetapi mengulas sedikit mengenai kesalahan yang sering dilakukan pada program LSU atau KCD. Adapun kesalahan yang sering dilakukan selain salahnya penomoran pelepah:

1. Kompetensi petugas pengambil sampel

Personel yang melakukan pengambilan sampel daun sebaiknya harus memiliki kompetensi khusus. Memang terbilang aneh karena hanya sebagai pertugas pengambilan sampel harus ada kompetensi khusus. Secara mendasar setiap personel yang menjadi pertugas pengambil sampel harus memiliki sertifikasi khusus mengingat bahwa sampel yang diambil merupakan bahan dalam mengambil data. Data yang diperoleh nantinya akan dijadikan sebagai penentu kebijakan pemupukan yang akan dilakukan.

2. Pohon yang diambil berada dekat dengan jalan, sungai, parit, jurang, danau dan lainnya

Banyak diantara kita, terutama apabila bekerja tanpa adanya pengawasan dari supervisor (mandor) melakukan pekerjaan yang sudah tidak sesuai dengan SOP yang disepakati. Pohon yang diambil dekat dengan fasilitas atau batas alam tersebut sebenarnya berdampak pada tidak seragamnya kualitas tanaman. Karena biasanya tanaman yang tumbuh dekat dengan jalan, daunnya akan sering terkontaminasi dengan debu dan gas buang kendaraan sehingga data yang kita hasilkan dari analisa laboratorium menjadi bias (jauh dari nilai benar). Selain itu  tanaman yang tumbuh dekat dengan sungai, parit, jurang atau danau biasanya tingkat pencucian hara terjadi sangat tinggi sehingga kualitas pohon tidak mewakili dari sekumpulan tanaman yang ada.

3. Cuaca hujan

Pada saat hujan, biasanya tanaman akan menyerap air dibagian mulut stomata, selain itu zat-zat yang terlarut dalam air hujan akan menempel pada permukaan daun sehingga proses pengambilan sampel pada saat hujan sebaiknya ditunda terlebih dahulu. Selain itu, bahaya tersambar petir pun menghampiri petugas pengambil sampel atau adanya pohon tumbang.

4. Pengambilan dilakukan berdekatan setelah pemupukan

Pada saat setelah (2 atau 3 hari setelah pemupukan) biasanya unsur hara di daun akan lebih tinggi dari biasanya, hal ini karena masih adanya proses transfer nutrisi pada serabut (urat) pohon masih sangat tinggi terjadi. Nutrisi tersebut belum menjadi penyusun jaringan tumbuhan melainkan masih dalam tahap sintesis.

5. Pohon yang dijadikan sebagai pohon sampel adalah pohon sakit

Pohon sakit atau terserang hama atau penyakit genetik lainnya, biasanya ketidakseimbangan nutrisi sangat mungkin terjadi. Hal ini karena terganggunya sistem metabolisme tumbuhan yang disebabkan oleh adanya gangguan secara internal atau eksternal. Sungguh sangat fatal apabila pohon  seperti ini dijadikan sebagai pohon contoh karena nantinya acuan rekomendasi pemupukan yang dibuat akan berdasarkan dari data yang diambil dari sampel pohon sakit.

6. Sampel atau pelepah yang diambil menyentuh tanah

Pada saat proses pengambilan sampel, sering tidak memperhatikan posisi pelepah yang menyentuh  tanah. Memang pada saat pelepah itu jatuh dari pohon pasti akan menyentuh tanah karena akan cukup berbahaya jika kita tangkap. Namun sebisa mungkin minimalkan kontak antara daun dengan tanah. Hal ini akan menyebabkan adanya kontaminasi dari tanah sehingga data yang dihasilkan menjadi menyimpang. terlebih lagi apabila sampel tidak dibersihkan oleh akuades atau alkohol.

7. Sampel jarang / tidak dibersihkan dengan akuades atau alkohol

Pembersihan sangat penting untuk dilakukan karena pada tahap ini,semua pengotor yang menempel di permukaan daun (sampel) menjadi kontaminan pada proses analisa sampel di laboratorium. Terkadang ada petugas pengambil sampel yang tidak pernah membersihkan sampel daunnya dengan akuades atau alkohol. Sebenarnya ini jangan dilakukan karena akan berdampak besar terhadap data yang dihasilkan. Memang jika dikaji lebih dalam terhadap data yang dihasilkan bahwa antara data yang dihasilkan dari sampel yang dibersihkan dan tidak dibersihkan tidak berbeda secara nyata. Tetapi ada beberapa parameter yang memiliki tingkat akurasi yang tinggi seperti Nitrogen (N) dan Fosfor (P). Selain itu hal tersebut mencerminkan konsistensi kita dalam menjalankan SOP yang telah ditetapkan dan disepakati bersama.

Demikian penjelasan mengenai kesalahan yang sering terjadi pada proses pengambilan sampel daun terutama daun kelapa sawit.

Salam.
Admin

You can contact to : admin@susunbentangalam.co.id 

Jumat, 22 Juni 2018

Inilah yang mengakibatkan pH Gambut Asam

SUSUN BENTANG ALAM. Kali ini kita akan membahas, penyebab dari asamnya pH lahan gambut. sebelum kita lanjut mari kita simak dahulu pengertian lahan gambut itu sendiri. dilansir dari Wikipedia.com, tanah gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang setengah membusuk, sehingga kandungan bahan organik sangat tinggi. Sifat kimia seperti pH, kadar abu, kadar total N P K, Kejenuhan Basa (KB) dan hara mikro merupakan informasi yang perlu diperhatikan dalam pemupukan di tanah gambut. Sedangkan sifat fisika gambut yang spesifik adalah Berat Isi (Bulk Density) yang rendah yang kan mengakibatkan rendahnya daya cengkram tanaman serta rendahnya daya menahan beban.

Selain itu agar tanah gambut dapat dipergunakan dalam jangka panjang maka laju subsiden (penurunan permukaan tanah) dan sifat irreversible drying (sulit untuk basah kembali apabila telah mengering) perlu dikendalikan agar gambut tidak cepat habis.

Tanah gambut memiliki keasaman yang sangat tinggi dengan pH berkisar 3 - 4. Tanah gambut di Indonesia sebagian besar bereaksi masam hingga sangat masam dengan pH <4,0. Penyebab dari asam nya pH tanah gambut adalah adanya kandungan asam humat dan asam fulvat.

Adanya gugus karboksil (COOH) dan Fenol (C6H5OH) yang mengakibatkan pH tanah gambut menjadi asam.

Asam-asam fenol bersumber dari pelapukan kayu-kayu yang memiliki kandungan lignin tinggi. penguraian kayu yang kaya dengan senyawa lignin ini dalam keadaan anaerob (tanpa oksigen) akan membentuk senyawa asam-asam alifatik dan juga asam-asam fenolat. Sebagian besar asam-asam ini menurut Kononova (1968) bersifat racun bagi tanaman yang tumbuh disekitarnya.

Nah, ditinjau dari masalah diatas, proses pengapuran untuk menurunkan keasaman tanah gambut sebenarnya tidak efektif sebab pada reaksi pengapuran tanah, kandungan CaCO3 di dalam pupuk Kapur Pertanian (Kaptan) dan Dolomite akan bereaksi dalam menurunkan keasaman jika terdapat adanya Al (Aluminium). Sementara di lahan gambut kandungan Al sangat rendah karena sebenarnya yang membuat pH tanah gambut menjadi asam adalah adanya asam asam organik.

CaCO3 yang ada di Kaptan dan Dolomite kita lihat reaksi kimia berikut:

Dari reaksi diatas, maka menghasilkan ion Phenate atau Phenoksida. terbentuknya senyawa Phenoksida akan semakin menurunkan pH yang akan semakin berbahaya bagi tanaman yang tumbuh di sekitarnya. Selain itu juga akan menghambat perkembangan akar dan proses penyerapan hara menjadi terganggu.

Sekian, semoga bermanfaat

Sumber :

Hartatik, W., Subiksa I, G, M dan Al Dariah. Sifat Kimia dan Fisik Tanah Gambut
https://socratic.org/questions/why-is-phenoxide-ion-a-stronger-acid-than-alkoxide-ion

Kamis, 14 Juni 2018

Manfaat Program Rekomendasi Pemupukan

Meningkatkan Produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) dari Program Rekomendasi CV. Susun Bentang Alam

Gambar 1

CV. Susun Bentang Alam telah banyak membantu para petani dan pengusaha perkebunan kelapa sawit dalam melakukan peningkatan produksi Tandan Buah Segar (TBS) melalui program rekomendasi pemupukan yang diberikan selama siklus 1 tahun. Dosis dan jenis pupuk yang diberikan berdasarkan hasil analisa daun dan tanah serta pengamatan lapangan untuk mengidentifikasi serangan hama dan penyakit tanaman.

Rabu, 13 Juni 2018

Pengaruh Nilai pH pada Pertumbuhan Kelapa Sawit


Baik sobat planter kali ini kita akan membahas pengaruh pH terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kelapa sawit. Mungkin diantara kita mendengar kata pH sudah tidak asing lagi.
Untuk kembali mengulas pengetahuan kita, bahwa pH adalah derajat keasaman yang dinilai dari kanndungan ion H+ (Hplus) atau OH- (OHmin) di dalam suatu media (umumnya di dalam air). Semakin rendah nilai pH maka akan semakin tinggi konsentrasi H+ dan keasaman akan semakin tinggi dan sebaliknya, semakin tinggi nilai pH maka konsentrasi OH- akan semakin tinggi, konsentrasi H+ semakin rendah. Hal ini biasanya disebut pH Basa.

Senin, 28 Mei 2018

Panduan Lengkap Pengambilan Sampel Daun Kelapa Sawit

Panduan lengkap LSU

Pengambilan sampel daun kelapa sawit terkadang dilakukan dalam menunjang program rekomendasi pemupukan. Rekomendasi pemupukan dari analisa daun sejauh ini masih dikatakan cara yang lebih akurat dan efisien dalam melakukan peningkatan produktivitas tanaman kelapa sawit. Berikut tahapan yang dilakukan adalah:

1. Rencanakan jadwal pengambilan sampel. Usahakan jadwal pengambilan tidak dilakukan pada saat cuaca sedang hujan. Dilakukan berkisar pukul 07.00 s/d 11.30 waktu setempat.
Gbr 1. diskusi rencana pengambilan sampel (sumber : dokumentasi lapangan)

Pelayanan Kami


Leaf Sampling Unit (LSU)

Pengambilan sampel jaringan tanaman dilakukan untuk mendukung perumusan rekomendasi pemupukan kelapa sawit selama 1 siklus (1 tahun)

Pemesanan
Soil Sampling Unit (SSU)

Pengambilan sampel tanah berguna untuk mengetahui tingkat kesuburan tanah melalui analisa secara fisika dan kimia, hal ini untuk mendukung perumusan rekomendasi pemupukan kelapa sawit agar lebih akurat

Pemesanan
Rekomendasi Pemupukan Kelapa Sawit

Rekomendasi dosis dan jenis pupuk kelapa sawit berasal dari hasil uji laboratorium sampel jaringan tanaman dan atau tanah. Hal ini lebih akurat karena telah dihitung berdasarkan kebutuhan tanaman kelapa sawit itu sendiri

Pemesanan
Penyuluhan

Penyuluhan adalah agenda rutin CV. Susun Bentang Alam, adapun materi yang disampaikan adalah seputar pengelolaan meliputi: manajemen perawatan, pemupukan, penanggulangan Hama Penyakit Tanaman dan Anggaran dalam mengelola kebun kelapa sawit

Usulkan Penyuluhan

Contact Us


CV. SUSUN BENTANG ALAM
Perum. Anugerah Regency Blok B No. 2
Jl. Muhajirin Kel. Sidomulyo Barat Kec. Tampan Kota Pekanbaru - Riau

+62 813 6549 6595
admin@susunbentangalam.co.id

Tertarik untuk mengetahui informasi terbaru tentang CV. Susun Bentang Alam?
Silahkan tinggalkan alamat emai!