Total Pengunjung

Follow by Email

Lokasi Kami:

Text Widget

Download

Hubungi Kami

CV. Susun Bentang Alam
Jl. Muhajirin, Perum Anugerah Regency
Arengka 1, Kota Pekanbaru 28293
HP/WA : 0813 6549 6595
Email : admin@susunbentangalam.co.id;
cvsba.pekanbaru@gmail.com
Website: https://www.susunbentangalam.co.id

Unordered List

Recent Posts


Jumat, 22 Juni 2018

Inilah yang mengakibatkan pH Gambut Asam

SUSUN BENTANG ALAM. Kali ini kita akan membahas, penyebab dari asamnya pH lahan gambut. sebelum kita lanjut mari kita simak dahulu pengertian lahan gambut itu sendiri. dilansir dari Wikipedia.com, tanah gambut adalah jenis tanah yang terbentuk dari akumulasi sisa-sisa tumbuhan yang setengah membusuk, sehingga kandungan bahan organik sangat tinggi. Sifat kimia seperti pH, kadar abu, kadar total N P K, Kejenuhan Basa (KB) dan hara mikro merupakan informasi yang perlu diperhatikan dalam pemupukan di tanah gambut. Sedangkan sifat fisika gambut yang spesifik adalah Berat Isi (Bulk Density) yang rendah yang kan mengakibatkan rendahnya daya cengkram tanaman serta rendahnya daya menahan beban.

Selain itu agar tanah gambut dapat dipergunakan dalam jangka panjang maka laju subsiden (penurunan permukaan tanah) dan sifat irreversible drying (sulit untuk basah kembali apabila telah mengering) perlu dikendalikan agar gambut tidak cepat habis.

Tanah gambut memiliki keasaman yang sangat tinggi dengan pH berkisar 3 - 4. Tanah gambut di Indonesia sebagian besar bereaksi masam hingga sangat masam dengan pH <4,0. Penyebab dari asam nya pH tanah gambut adalah adanya kandungan asam humat dan asam fulvat.

Adanya gugus karboksil (COOH) dan Fenol (C6H5OH) yang mengakibatkan pH tanah gambut menjadi asam.

Asam-asam fenol bersumber dari pelapukan kayu-kayu yang memiliki kandungan lignin tinggi. penguraian kayu yang kaya dengan senyawa lignin ini dalam keadaan anaerob (tanpa oksigen) akan membentuk senyawa asam-asam alifatik dan juga asam-asam fenolat. Sebagian besar asam-asam ini menurut Kononova (1968) bersifat racun bagi tanaman yang tumbuh disekitarnya.

Nah, ditinjau dari masalah diatas, proses pengapuran untuk menurunkan keasaman tanah gambut sebenarnya tidak efektif sebab pada reaksi pengapuran tanah, kandungan CaCO3 di dalam pupuk Kapur Pertanian (Kaptan) dan Dolomite akan bereaksi dalam menurunkan keasaman jika terdapat adanya Al (Aluminium). Sementara di lahan gambut kandungan Al sangat rendah karena sebenarnya yang membuat pH tanah gambut menjadi asam adalah adanya asam asam organik.

CaCO3 yang ada di Kaptan dan Dolomite kita lihat reaksi kimia berikut:

Dari reaksi diatas, maka menghasilkan ion Phenate atau Phenoksida. terbentuknya senyawa Phenoksida akan semakin menurunkan pH yang akan semakin berbahaya bagi tanaman yang tumbuh di sekitarnya. Selain itu juga akan menghambat perkembangan akar dan proses penyerapan hara menjadi terganggu.

Sekian, semoga bermanfaat

Sumber :

Hartatik, W., Subiksa I, G, M dan Al Dariah. Sifat Kimia dan Fisik Tanah Gambut
https://socratic.org/questions/why-is-phenoxide-ion-a-stronger-acid-than-alkoxide-ion

Kamis, 14 Juni 2018

Manfaat Program Rekomendasi Pemupukan

Meningkatkan Produktivitas Tandan Buah Segar (TBS) dari Program Rekomendasi CV. Susun Bentang Alam

Gambar 1

CV. Susun Bentang Alam telah banyak membantu para petani dan pengusaha perkebunan kelapa sawit dalam melakukan peningkatan produksi Tandan Buah Segar (TBS) melalui program rekomendasi pemupukan yang diberikan selama siklus 1 tahun. Dosis dan jenis pupuk yang diberikan berdasarkan hasil analisa daun dan tanah serta pengamatan lapangan untuk mengidentifikasi serangan hama dan penyakit tanaman.

Rabu, 13 Juni 2018

Pengaruh Nilai pH pada Pertumbuhan Kelapa Sawit


Baik sobat planter kali ini kita akan membahas pengaruh pH terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman kelapa sawit. Mungkin diantara kita mendengar kata pH sudah tidak asing lagi.
Untuk kembali mengulas pengetahuan kita, bahwa pH adalah derajat keasaman yang dinilai dari kanndungan ion H+ (Hplus) atau OH- (OHmin) di dalam suatu media (umumnya di dalam air). Semakin rendah nilai pH maka akan semakin tinggi konsentrasi H+ dan keasaman akan semakin tinggi dan sebaliknya, semakin tinggi nilai pH maka konsentrasi OH- akan semakin tinggi, konsentrasi H+ semakin rendah. Hal ini biasanya disebut pH Basa.

Tertarik untuk mengetahui informasi terbaru tentang CV. Susun Bentang Alam?
Silahkan tinggalkan alamat emai!